Leburlah lelap itu ketika sehelai-helai kain merasuk tubuh dalam mimpi yang paling khusyuk, sebab, doa tak boleh beriring kantuk, atau kau akan hidup dalam mimpi-mimpi yang paling terkutuk, dalam firman Tuhan bahwa kau tercipta dari tulang rusuk—dan apa yang lebih menyakitimu daripada mengetahui bahwa kau, tercipta, atas, sebagian, tubuh, laki-laki yang, membuat tubuhmu terbungkus kain demi rasa aman?
Rasa yang kau cari semur hidup.
Tapi tak juga kau temukan bahkan ketika kau lelap. Bahkan ketika kau dalam doa. Bahkan ketika kau dalam rumah. Bahkan ketika kau dalam sebaik-baiknya niat.
Semalang-malangnya nasib masih saja menimpa.
Mungkin Tuhan mengantuk dalam mencipta.
