(Berisi umpatan perempuan pemarah)


Aku melarutkan rahim di dalam semangkuk cuka, hingga cawan-cawan berwarna merah dan benang-benang syarafnya membengkak. Akan kubunuh rahim itu sebelum perang pecah tahun depan guna mencegah lahirnya anak-anak bersepatu laras.

Akan kutenun benang di antara bibir vagina—membentuk bunga-bunga berkelopak kecil setangkai berhimpun, membakar hutan-hutan rimbun agar ia membumi hanguskan parasit di dalam perutku. Parasit tanpa isi kepala dan bila tumbuh dewasa akan memegang senjata, kemudian ia todongkan pada para pelajar, pada buku-buku yang tak sampai ia baca.

Tumbulah kau dalam kelaparan tanpa air susu, hingga kelak kau tak berwajah keras dan mengisap pada selongsong peluru. 

Dan pada puncak doa sebagai seorang perempuan, aku lebih sudi melahirkan anak-anak babi.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *