Bolehkah kutukar rahimku dengan pena?


Aku tak punya sesuatu untuk ditulis, pagiku habis menyeka keringat embun dari ujung daun mata yang siangnya tergulung habis merenung. Pikirku akbar, dari riuh ahmar petang di atas meja bundar dan langkah kaki manusia lintang-pukang, ada luka meradang yang berjalan terpongah di penghujung petang. Jari-jemarinya berhias emas, berlian, papan, sandang, pangan. Menyisahkan sepetak jalan kecil di tulang-tangannya yang menenteng buku-buku besar, bersolek, berceloteh, duhai gagah senyum itu, tak pernah menawar harga rahimnya di perjamuan malam pertama.


Aku tak punya pena untuk menulis, hidung kembang kempis menatap cermin sembari meringis, “oh, siapakah gerangan itu?” Nona manis berhati melankolis, ujung jantungnya diremas iblis. Ia tukar jiwanya sembari menangis, demi mekar pujian oleh lebah-lebah berpenis. Menghitunglah, satu, dua, tiga, empat—berhenti, ia tak diajari untuk tamak kecuali pintar memasak, menanak, beternak,

Peternak anak-anak.


Bola matamu adalah ruas tajam penuh sajak-sajak curam; kutahu satu bait romansa menggantung dari atas kepala hingga kaki seolah itu adalah cinta yang dihambur-hamburkan menuju lantai yang basah. Kemudian kau akan melangkah berat hati, berteriak pada lumbung padi; jalanmu suram dan kau butuh bunga di antara nadi. Papan, sandang, pangan dijemarimu meluruh bersama doa-doa, ada kuil hingga lentera, ada mimbar dan darah kuda betina mengambang dari puncak tubuhmu mu. Menyembunyikan sesungguhnya sajak-sajak mantra.


“Taruhlah pena mu kasihku
Bubuhkan gincumu”


“Taruhlah penamu inangku
Mekar lah rahimmu”


Aku tak ingat apa yang diajarkan pohon dipagi hari kecuali tunas yang menanti alam esok bersemi, aku tak ingat apa yang diminta arang kecuali asap mengepul hitamkan hati. Aku tak menulis lagi, aku tak membaca lagi, aku tak berpuisi lagi, aku sibuk menawar berapa luka meradang yang sanggup meluruh dari rahimku


Kemudian ia lintang pukang
Membawa tulang belulang.


Dari tubuh perempuan melankolis
Yang tak lagi menulis.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *