Kategori: Uncategorized

  • Rahim akan Menelanmu.

    Ada yang muntah pada penghujung malam, menjelang fajar—bibir lelaki congkak itu berdarah; ia memuntahkan ‘lonte’ dari bibirnya, belatung-belatung, menggeliat. Tiada paha tanpa daging busuk. Barangkali ia kerasukan, di balik gusi dan gigi geraham, lidahnya mengeras, menghitam seperti akar beringin mati, menyebut lonte, lonte, lonte—mantra murahan dari Lorong-lorong kota tua, tercemar darah haid, air ketuban, tak…

  • Tukang Kubur.

    Anak tangga tahu betul kemana tuannya akan melangkah, tidak salah lagi, mengikuti aroma bangkai menyengat dari sudut ruangan. Tidak perlu menduga-menduga, itu hanya aroma bangkai tikus. Tidak ada yang ganjil dari rumah ini, gaib adalah tahayul dan sang pemilik teguh pada ketidakpercayaannya. Mati adalah sebuah kepastian, siapa yang berani ingkar? Dikatakan pada surat Ali-Imran ayat…

  • Kuburan

    Mengapa begitu takut pada pemakaman? Tulang belulang ltelah menjadi rumah bagi para belatung. Tak ada mata yang menggunjingmu, buruk rupa tak terlihat dari bawah sana, apalagi perangai, apalagi tabiat. Saatkau merasa setiap tempat menjadi tak aman bagimu, kau tahu tenang itu terkubur bersama tubuh para mayat.  Kau tak perlu tahu mayat siapa yang terkubur di…

  • Terlarang.

    Ada tulang rusuk yang ingkarPada malam ketigaDan potongan kesembilanMereka ganjilMenghunus, dalamMemangsa Dan cintanyaMenolakMenjadi bagian yang hilangTidak utuhAtau bahkantak berasal darinyaAdam AdaAnak-anak HawaBerbagiTulang rusukDan kauBagianku.

  • Dalam Tidur Tuhan.

    Leburlah lelap itu ketika sehelai-helai kain merasuk tubuh dalam mimpi yang paling khusyuk, sebab, doa tak boleh beriring kantuk, atau kau akan hidup dalam mimpi-mimpi yang paling terkutuk, dalam firman Tuhan bahwa kau tercipta dari tulang rusuk—dan apa yang lebih menyakitimu daripada mengetahui bahwa kau, tercipta, atas, sebagian, tubuh, laki-laki yang, membuat tubuhmu terbungkus kain…

  • Mantra Perempuan (Hari Ketujuh)

    Meluruh lah engkau, meluruh lahMeluruh lah aku, meluruh lah. Berbayang-bayang harum mewangi lekas sirna dari penghujung kaki, terjebak rumitnya hari ketujuh di poros lembayung bersimpuh, menyulut tubuh oleh nyala api yang mengigit dari panggul menuju pinggul dan sisa suburnya tanah masih berkelana dengan genggam riuh yang tumpul di bahul baju, berharap reruntuh rahim sirna dalam…

  • Bolehkah kutukar rahimku dengan pena?

    Aku tak punya sesuatu untuk ditulis, pagiku habis menyeka keringat embun dari ujung daun mata yang siangnya tergulung habis merenung. Pikirku akbar, dari riuh ahmar petang di atas meja bundar dan langkah kaki manusia lintang-pukang, ada luka meradang yang berjalan terpongah di penghujung petang. Jari-jemarinya berhias emas, berlian, papan, sandang, pangan. Menyisahkan sepetak jalan kecil…

  • Kau adalah apa yang kau makan.

    Kau adalah apa yang kau makan. Jelitamu, indahmu, presensimu. Pantas saja mereka serakah atas bagain-bagian dirimu. Tuai mekar bungamu; separuh mengggelinjang. Sebab kita adalah apa yang kita makan. Ia ingin lengkung punggungmu, yang dalam menyimpan kasihmu—telaga penuh bunga teratai merah, ia ingin bola matamu yang menyimpan pohon-pohon di dalamnya. Ia ingin sepetak tubuhmu, labium milikmu,…

  • Perjamuan dari Rahim Perempuan

    Apa yang lebih indah dari lampu yang menggantung-gantungDan ruang makan berhias patungKetika raga tinggi mu melambungBeriring lagu cinta yang bersenandung Penuh rayu kau raih jemarikuDan kau dudukkan tubuhku di atas kursi kayuMenjadikan kita sepasang runguYang saling memandang dengan lugu Aku berusaha menenangkan detak jantungkuYang perlahan hilang setelah bertalu-taluLantas wajahmu tak lagi bersemuDan kau menjadi bayang-bayang…

  • Tabiat

    Kau bilang, tiada yang lebih indah dari bola matakuBak kasih pertiwi mengalir penuh haruDan kau nikmati sejuknya pohon-pohon beraduSinar jingga hingga semilir angin dari mataku Kau bilang, tiada yang lebih mempesonaDari hangat yang menjalar pada wajahku yang meronaSeolah Ibu pertiwi mendekapmu di sanaDan engkau mencuri sebagian kasihnya Menyisakan bunga yang tumbuh liar dan mewangiBadak bercula…